Akhirnya Prita Mulyasari Bebas

Selamat, selamat. selamat Ibu Prita Mulyasari. Akhirnya Ibu bebas lewat keputusan sela. Walaupun, masih ada upaya hukum dari pihak kejaksaaan minimal ini menjadi semangat dan indikasi bahwa apa yang dilakukan Ibu selama ini mulai dari niat untuk curhat karena kejadian yang dialami ibu selama dalam perawatan di RS Omni sampai sekarang mendapat dukungan banyak pihak. Saya sendiri salah satu yang mendukung Ibu. Menurut saya apa yang dialami Ibu banyak juga dialami orang dari segala golongan. Apalagi kelas golongan menengah bawah.

Saya mengagumi apa yang dilakukan Ibu. Saya mungkin tidak akan kuat jika mengalami kejadian-kejadian yang sebenarnya tidak dibayangkan Ibu sebelumnya. Mungkin saran saya tetaplah menjadi seorang Ibu yang yang kritis, yang sayang keluarga dan peduli dengan sesama. Jangan terjebak dengan segala rayuan, misalnya POLITIK. Jadilah seorang ibu teladan bagi masyarakat dan keluarga. SELAMAT IBU PRITA, SELAMAT BERKUMPUL DENGA KELUARGA, SURGA DUNIAMU.

Prita Mulyasari telah Menginspirasi Banyak Keluarga

Kasus Prita Mulyasari ini mengingatkan saya pada kejadian-kejadian yang telah menimpa saya dan keluarga saya. Walaupun tidak seheboh kasus Prita, dan kecil skalanya tetapi sempat membuat trauma beberapa anggota keluarga kami. Saya tidak akan berceritera kasus-kasus itu tetapi kejadian yang mungkin dianggap biasa dialami oleh para pasien, tetapi bagiku dan keluargaku itu sesuatu yang besar karena menyangkut nyawa keluarga. Bagi kami satu amggota keluarga sakit maka yang lain akan merasa sakit. Sehingga kami akan marah jika pelayanan Rumah sakit kurang menghargai perasaan itu. Pelayanan yang bagi kami kurang profesional di RS yang sering kami alami, misalnya :

1. Kadang, dokter terlalu lama mendiagnosis jenis penyakit, sehingga obat yang diberikan kadang gonta-ganti.
2. Dokter kadang menentukan penyakitnnya dulu (salah diagnosis awal) sebelum dites lab, dan langsung diberi obat hasil diagnosis yang salah itu. Jadi terpaksa kami harus berlama-lama menderita.
3. Kadang ada dokter yang selalu mengarahkan kepada pasien agar membeli obat ke apotik yang dimiliki oleh dokter pembuat resep tersebut. Kasihan penunggu pasien yang sudah ibu-ibu harus mengojek ke apotek sesuai dengan resep tersebut. Sangat tidak masuk akal obat yang sederhana tidak ada/ tersedia di apotik RS tersebut. Saya alami sendiri waktu merawat Ibu di rumah sakit ibu.
3. Ada perbedaan pelayanan yang sangat menyolok antara kelas yang satu dengan yang lain, terutama dari segi kemanusiaan.
Baca lebih lanjut