“Surat Pernyataan Noordin M Top ” (Analisis sederhana siapa penulis surat terbuka Noordin)

Mari kita simak dahulu posting yang terdapat dalam blog menggegerkan ini, kemudian mari analisis dan diskusikan kira-kira siapa yang nulis. Sebagai seorang bloger terus terang kita merasa kita terancam keberadaanya. Menurut saya ini hanya penyalahgunaan Media blog untuk maksud-maksud tak bertanggung jawab. Siapa tahu setelah kejadian ini keberadaan blog “diharamkan” di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Iklan

HASIL PILPRES DITOLAK PASANGAN MEGA DAN JK

sby memang

Pasangan Megawati dan Pasangan JK menolak hasil rekapitulasi pemilu yang diumumkan KPU tanggal 25 Juli 2009. Menurut kedua pasangan capres ini banyak hal yang menyebabkan mereka menolak hasil pemillu ini, salah satunya adalah terjadinya kekisruhan masalah DPT yang tidak terselesaikan sejak pemilu legislatif. Selain itu ada kecurigaan kecurangan yang dilakukan partai penguasa, dll.
Baca lebih lanjut

SBY Presiden Pilihan Keluarga Indonesia

Sudah saya duga sebelumya SBY akan terpilih dalam Pilpres 2009. Walaupun saat saya posting tulis ini masih sementara (berdasarkan quick qount SBY meraih 60 % dan lebih dari 20 propinsi yang mendapat 20 %).

Saya tentu tidak akan mengulas seperti halnya para pengamat politik. Saya akan memandang dari sudut keluarga saja. Seperti pada tulisan saya terdahulu di bl0g saya ini, SBY adalah seorang¬†ahli strategi. SBY tahu siapa pemilih terbanyak nanti, dan bagaimana karakter masyarakat kita. SBY pinter memanage situasi dan karakter tersebut. Pencitraan adalah penting, bukan program-program semata. Dan, dia sudah persiapkan jauh-jauh hari. Sebagus apa pun program yang ditonjolkan oleh lawan politiknya tidak akan mengalahkan citra SBY di mata Masyarakat Indonesia pada umumnya. Hanya sebagian kecil masyarakat kita yang memilih berdasarkan program capres (pengamat menyebutnya pemilih rasional). Apakah pemilih SBY tidak rasional ? Belum tentu. Pemilih SBY juga bisa disebut rasional. Mereka berdalih lebih baik memilih yang pasti dan jelas dari pada memilih calon lain yang belum terbukti keberhasilannya. Iklan “Cap Lang” bilang “negara kok untuk coba-coba”. Barangkali begitu perasaan pemilih SBY.