DUA BULAN MENJADI PENGEMBARA

Setelah dua bulan disibukan dengan kepanitian nasional dalam persiapan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kini masih dilanjut dengan pekerjaan yang menumpuk yang menuntut  harus bolak-balik lagi  Jakarta-Semarang dan Bandung Semarang. Kadang rapat-rapat  koordinasi yang hanya sehari harus ditempuh sehingga berangkat ke Jakarta pukul 5.00 sampai rumah kembali pukul 22.00 karena menggunakan penerbangan terakhir. Ini karena besoknya harus mengajar jam 07.00. Namun demikian ada keuntungan juga sih, saya jadi banyak teman dari berbagai perguruan tinggi maupun artis/seniman dalam diskusi dan  merumuskan panduan pelaksanaan FLS2N tersebut. Dan, bertukar pengalaman tentunya.
Tugas berikutnnya yang cukup memeras otak adalah saat mengevaluasi buku-buku ajar SMALB di sebuah hotel berbintang 5, di Bandung, Hotel Grand Royal Pandeghar. Cukup memeras otak karena di samping mengevaluasi kami harus merevisi dan memberi masukan untuk perbaikan buku-buku tersebut.
20140328_210032

Cukup terkejut suatu ketika  saya bertemu dengan  dosen saya dulu di UNJ Jakarta, Mbak Caecilia. Saat itu kami bekerja berkelompok. Ya Beliau lebih suka dipanggil dengan sebutan Mba Sisil. Bayangan saya, sebelum bertemu, Beliau sudah sepuh dan beruban. Ternyata masih terlihat seperti dulu, cute dan kelihatan masih muda. Saya juga bekerja bersama dengan dosen lain dari UPI (Dr. Awang, Sugeng S), UNJ ( Edy Fauzi dan Bu Yeti/Ka Jur Sendratasik).
20140328_210009

Di hotel ini, selama 3 hari, saya pernah merasakan sesuatu yang ganjil hingga akhirnya terbawa  mimpi (nightmare) dan tidurku pun mengigau. Ini mungkin bermula dari kesasarnya saya di suatu tempat. Kamar saya yang seharusnya di lantai 17, pas saya mau naik dan  pencet di nomor lift yang salah,  sehingga menyasar disuatu tempat yang cukup ganjil. Sambil kembali dengan teman sekamar saya bercanda seolah-olah mengolok-olok “penghuni” di kamar-kamar aneh tadi. Apakah si “penghuni” tadi ikut membuntuti saya ke kamar ? Malamnya sebelum tidur saya turun ke lantai LG untuk ke supermarket membeli beberapa keperluan.Ternyata, merasa ada sesuatu yang ngerjani  di pintu lift lantai 17. Begitu keluar pintu lift lantai 17 ternyata semua pintu yang berjumlah 4 itu juga ikut terbuka semua tetapi tidak ada orang yang keluar. Kemudian menutup kembali,  secara bersama. Kejadian itu sekitar pikul 23.00 malam, jadi cukup mencekam dan sepi. Saya memang tidak merasa takut sama sekali cuma merasa aneh saja. Setelah malamnya, saya mendapat mimpi buruk tersebut dan saya mencoba menghubungkan kejadian sebelumnya. Waktu saya terbangun saat mengigau bulu kuduku terasa berdiri (merinding). Padahal  saya orang yang paling tidak takut dengan yang namanya makluk halus. Bagiku biarlah mereka hidup di alamnya dan saya hidup di alam sendiri juga. Tapi, kejadian itu memang cukup membuat perhatian saya.

Ada yang menarik, pada suatu  saat saya mau pulang tetapi karena tidak ada penerbangan langsung dari Bandung ke Semarang maka saya pesan tiket KA Harina di sebuah mini market. Ternyata yang terbeli kelas bisnis, bukan eksekutif tetapi saya tidak menyadari. Saya pikir semua kelas kereta Harina  sama yaitu eksekutif semua. JAdinya saya nyasar di gerbong Eksekutif dan akhirnya diusir oleh pemilik kursi yang sesungguhnya untuk pindah ke gerbpong Bisnis.  Tetapi tidak apa, sebelumnya saya sudah terhibur nonton Film 2 judul sekaligus di Cinema 21  Trans Studio Bandung. Ini saya lakukan karena saya sudah diusir pihak hotel sejak jam 11 siang padahal kereta Harina berangkat pukul 21.30. Jadi saya manfaatkan waktu untuk jalan-jalan di Trans Studio dan nonton film-film terbaru di sana.

Ada yang unik di hari itu saya bertemu dengan teman-teman dari Unnes dan dari Dinas Pendidikan Provinsi di ruang tunggu. Kebetulan mereka juga habis tugas workshop selama seminggu. Sambil menunggu saya ikut nimbrung nyanyi pada pengamen yang sedang mentas di ruang tunggu tersebut. Setelah saya nyanyi, kemudian  diikuti oleh Pak Slamet dan Pak Bagus. Setelah menyanyi kami pun bergegas naik gerbong karena sudah pukul 21.15.

20140329_202632

Sekarang rasanya sudah selesai menunaikan tugas negara tersebut.Tetapi dua minggu kemudian masih ada telphon panggilan dari Dikmen Jakarta untuk tugas berikutnya yaitu penyusunan Dokumen Sosialisasi Kurikulum 2013 SMKLB di Hotel Golden Flower Bandung, beda hotel dengan yang sebelumya. Tugas yang dijalani selama 3 hari ini benar-benar memeras otak. Dokumen nasional ini akan segera digunakan dalam sosialisasi kurikulum 2013 SMALB tanggal 28 April di Jogjakarta. Secara jujur saya masih belum puas dengan hasilnya karena waktunya terasa kurang. Lain dengan saat saya susun buku panduan FLS2N membutuhkan waktu sampai 1 bulan lebih. Dan baru disosialisasikan dalam Temu Teknik dengan Ka Dinas Dikbud seluruh Indonesia di Hotel Lor in Solo seminggu kemudian.
Tetapi saya berharap ada kesempatan untuk revisi untuk perbaiki dokumen itu. Karena saat sosialisasi ini masih global. Sementara substansi kurikulum per mata pelajaran bisa dilengkapi saat pendampingan kurikulkum nanti di daerah-daerah.
Alhamdulillah tenaga pikiran ini masih berguna untuk kepentingan Negara. Suatu kebanggaan tersendiri jika semua yang saya lakukan hasilnya bisa bermanfaat untuk kepentingan orang banyak. Dan itu akan membuat hati terasa nyaman.

20140423_211053

Kini, saya  tinggal menyaur utang-utang  kepada mahasiswa. Saya harus mengganti beberapa jam pertemuan yang hilang karena ditinggal tugas tersebut. Jika tidak pertemuan bisa berkurang dalam semester ini. Beruntunglah saya bisa atasi dengan memanfaatkan hara-hari kosong saya untung ganti jam yang hilang itu yaitu hari Rabu dan Kamis, bahkan kadang Sabtu.

Tapi rasanya tugas ini masih akan berlangsung sampai even nasional FLS2N ini berlangsung karena saya masih terlibat di dalamnya yaitu sebagai salah satu angota dewan jurinya. Untungnya even nasional akan diadakan di Semarang.   Gawe besar ini sudah dimulai oleh para pelajar di seluruh Indonesia  dari tingkat kecamatan, Kota/Kab, propinsi dan terakhir Nasional  di Jateng (Semarang) tanggal 1 – Juni 2014. Selama 7 hari itu hampir semua hotel berbintang sudah diboking oleh panitia, kecuali Hotel Gumaya. Lebih dar 5.000 peserta dari seluruh negeri akan berpesta dan berlaga dalam seni.

Pekerjaan yang paling enak memang menjadi juri. Berapa pun lamanya (bisa 6  jam nonstop) tidak terasa capai karena yang dihadapi adalah sesuatu yang menyenangkan, disukai dan hobi. Seni seperti menjadi  darah dagingku.

20140326_093633

 

 

20140412_084432

 

20140428_092445

20140415_092412Menjadi Juri Beberapa Jenis Lomba Seni di Provinsi Jawa Tengah

20140416_122226

Bayu Senoadi, salah satu pemenang lomba Nyanyi Tunggal SMP

 Harto FLS2NSaat Menjadi Juri Tingkat Nasional

Oh ya, jangan tanya HR ya? Yang selalu diharapkan keluarga adalah doa selamat dan bisa sukses menjalankan tugas. Alhamdulillah, dan, bisa membawa oleh-oleh Roti’ O atau Roti Boy  kesukaan anak saya yang terkecil. Roti ini selalu ada di Bandara maupun Stasiun KA.

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s