DESEMBER TERPADAT

Bulan Desember ini memang benar-benar bulan super sibuk. Semua “tagihan jatuh tempo” ada pada bulan ini. Ada tanggungan janji dengan Prof. Santosa dari ISI Solo yang belum dikerjakan, tagihan penelitian hibah yang tagihannya seabreg (tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya laporan penelitian dan artikel saja), presentasi di Unesa Surabaya, ITB Bandung, mereview artikel-artikel untuk terbitan Harmonia, dan merevier bererapa Jurnal online tugas dari Directory of Open Access Journals (DOAJ) Swedia. Semua harus selesai dalam bulan Desember ini. Dan ini tida termasuk tugas utama memberi kuliah.

Alhamdullah satu-satu mulai terurai. Yang belum selesai dan tak bisa diabaikan adalah beberapa tugas mereview  jurnal online beberapa perguruan tinggi. Tidak bisa diabaikan karena saya tahu para editor dari penerbit jurnal-jurnal ini lama menunggu proses review jurnal di DOAJ agar bisa terindeks di lembaga pengindeks internasional ini.

Saya mengapresiasi para pengelola jurnal perguruan tinggi yang bereputasi seperti ITB, UM, atau perguruan tinggi lain yang cepat merespon untuk dengan segera merevisi jika ada ketidaksesuaian dengan persyaratan DOAJ. Namun sebaliknya sangat disayangkan jika berlama-lama untuk merevisinya.
Kepenatan tugas-tugas ini setidaknya terobati setelah saya mendapat email dari EBSCOhost untuk menandatangani MOU antara saya sebagai Chief Editor jurnal Harmonia dengan Presiden EBSCO. Paling tidak ada pengakuan internasional jurnal yang kami kelola ini. Jika tidak, buat apa EBSCO yang bermarkas di USA ini mau mengontrak Harmonia agar masuk dalam EBSCO yang sudah dilanggan universitas seluruh dunia sehingga semua artikelnya akan dipajang di wadah EBSCOhost untuk dibaca dan didownloads. Siapa tahu nantinya akan mendapat royalty untuk bantu-bantu biaya penerbitan. Semua ini mungkin karena sejak 2014 Harmonia sudah terbit dalam edisi berbahasa Inggris, full teks. Saya sudah memprediksi yakin bahwa para akademisi asing sangat menyukai artikel-artikel unik utama seni tradisi Indonesia. Bahkan kedutaan AS sudahpernah berlangganan Harmonia.

Tidak ada harapan yang lebih besar selain usaha kami memberi manfaat untuk semua orang yang memerlukan. Harmonia yang sudah lama terindeks di DOAJ akan memberi manfaat bagi para peneliti karena DOAJ memberi akses gratis, sementara EBSCO memang berbayar. Namun jika universitas sudah berlangganan maka semua civitas akademika dengan mudah bisa mengaksesnya.
Semoga semua lancer.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s