REFLEKSI AKHIR TAHUN

Maaf refleksi ini memang ditujukan kepada diri saya sendiri selama setahun ini. Sebagai sebuah catatan pribadi blog ini memang tidak semua mencatat kegiatan maupun unek-unekku selama ini. Banyaknya kegiatan kadang tidak sempat dicatat karena waktu untuk menulis di blog kecuali kegiatan rutin perkuliahan di blog http://hartnote.wordpress.com.
Kegiatan rutin seperti mengajar, membimbing skripsi mahasiswa, terkadang menjemukan. Namun itu tidak boleh terjadi terlalu lama. Oleh karena itu saya harus membuat kegiatan lain sebagai selingan agar tidak monoton. Beruntunglah, saya masih aktif dipercaya masyarakat untuk menjadi juri-juri lomba tingkat provinsi maupun nasional. Terus terang ini yang paling menyenangkan karena saya harus menyaksikan para kontestan bernyanyi maupun bermain musik atau berkarya musik lainnya. Kenyataanya kegiatan-kegiatan rutin dan tambahan ini membuat hidupku lebih bergairah.
Kegiatan sampingan selama setahun ini memang tidak berubah seperti tahun lalu. Yang pertama adalah menjadi editor yang mereview jurnal-jurnal secara online di lembaga pengindeks jurnal internasional DOAJ yang berpusat di Swedia. Kegiatan ini terutama saya lakukan setiap Sabtu dan Minggu. Kegiatan mereview ini sengaja saya utamakan pada hari Sabtu dan Minggu saja agar tidak menimbulkan kejenuhan baru, sedangkan hari hari kerja Senin sampai Jumat harus fokus ke kuliah dan Tri dharma lainnya.

Syukurlah, ada yang memperhatikan aktivitasku yaitu fakultas. Maaf selama ini saya tidak pernah mengganggap fakultas memperhatikan saya. Tahun ini saya menjadi duta dosen berprestasi tingkat fakultas untuk tingkat universitas dan juga mejadi pemenang FBS Award 2015 untuk karya dan dedikasi di bidang musik dan tari. Lagi-lagi maaf saya tidak hadir dalam penganugerahan itu karena saya harus mengegerjakan tugas lain. Terus terang saya tidak pernah menduga karena saya tidak pernah mendaftar atau pun diminta informasinya, walaupun memang  itu bukan tujuan dan harapan utamaku mengabdi. Yang mengejutkan waktu saya baca di harian Suara Merdeka tanggal 5 Desemebr 2015 (juga di Suara Merdeka Online)  ini  karena salah satunya kiprah saya sebagai editor di lembaga pengindeks Jurnal internasional Directory of Open Access Journals (DOAJ). Saya tidak tahu dari mana Tim penilai tahu saya terlibat di DOAJ. Padahal Universitas sendiri tidak begitu merespon dan saya tidak pernah minta direspon. Tentu saya sangat hargai ini.

Terus terang kegiatan saya di DOAJ hanya implementasi dari moto hidup saya, “hidup harus bermanfaat bagi keluarga, dan masyarakat luas bila perlu dunia”. Sudah banyak jurnal online dari berbagai belahan yang telah saya review bersama anggota tim saya yang hebat-hebat. Satu jurnal direview oleh saya sebagai editor dan satu anggota yang disebut associate editor. Jumal Associate Editor di kelompok saya (Indonesia2) berjumlah 10 orang). Selama hampir dua tahun ini saya sudah mereview 120 jurnal online. Rasa bahagia jika jurnal-jurnal yang kami review  yang kemudian diberi saran perbaikan  akhirnya terindeks. Lebih bahagia lagi jika mereka para publisher mengucapkan terimakasih karena kami telah memberi revisi sehingga akhirnya jurnal mereka terindeks. Ucapan terimakasih dari mereka yang tulus benar-benar membahagiakan kami.

Ada keuntungan bagi jurnal yang terindeks DOAJ karena Dikti menghargai dengan nilai lebih sebagai sebuah jurnal yang berkulitas baik. Walaupun belum dikatakan jurnal Internasional bereputasi. Namun, sebenarnya banyak juga jurnal yang kami review sudah terindeks di Scopus. Karena tujuan pengindeksan di DOAJ tidak semata-mata masalah indeksasi. Tetapi, misi keterbukaan, kejujuran, kualitas jurnal yang dijamin oleh DOAJ. DOAJ telah dilanggan oleh perpustaan-perpustakaan di seluruh dunia. Artinya, jika terindeks di DOAJ maka penyebaran ilimu pengetahuan dari jurnal akan semakin luas.

Akhir tahun ini DOAJ menjanjikan akan memberikan penghargaan bagi yang sudah mereview 25 aplikasi jurnal, dan 50 aplikasi. Juga yang selama tahun 2015 menjadi editor. Saya tidak tahu apa saya termasuk di dalmnya. Beberapa waktu lalu katanya Managing Director DOAJ telah mengirim surat ke Universitas yang intinya meminta ijin rektor untuk menjadikan saya sebagai editor di wilayah ASEAN (Indonesia, Malaysia, dan Thailand) dengan nama Indonesia2 Group. Sayang, saya tidak pernah diberitahu bentuk suratnya atau kebenaran surat itu oleh lembaga.

Di dalam refleksi ini saya masih merenung apa yang saya kerjakan mulai dari mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat apakah sudah sesuai dengan yang saya harapkan. Harus saya akui, belum. Jurnal Harmonia yang kami lola bersama anggota TIM Redaksi kami yang luar biasa tidak kunjung terakreditasi. Terus terang ini yang membuat saya stress. Saya harus menunggu datangnya hari baik itu. Saya tidak tega mengecewakan semua orang yang mengharapkan berita baik itu. Hibah dari DIKTI sebesar 65 juta yang telah kami terima tidak membuat kami tenang tetapi malah menambah tekanan kami karena kami harus penuhi target-target yang dikehendaki DIKTI itu.

Mudah-mudahan di penghujung tahun ini akan berakhir happy ending. Mudah-mudahan Tuhan selalu membimbing kami, pemimpin kami, jurusan, fakultas, dan universitas tempat kami mengabdi. Selalu memberi kemudahan  untuk kami melaksanakan tugas-tugas.

Ternyata masih ada kendala pekerjaan yang juga menumpuk di lingkungan tempat tinggal. Sebagai ketua RW yang bertanggung jawab dengan pelaksanaan ‘proyek’   bantuan dana desa, ini benar-benar membuat saya memeras otak. Dengan dana yang terbatas, kami harus membangun/ merehab balai RW dalam waktu yang pendek juga. Dana itu turun awal Desember dan kami harus SPJ akhir Desember. Sayangnya tidak semua pengurus optimal membantu menyukseskan.  Sekali lagi, mudah-mudahan akan beakhir happy ending. Aminn…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s