Gerakan Open Akses

Oleh: Suharto

Tulisan singkat ini terinspirasi oleh kedatangan  Dr Tom Olijhoek, Editor-in-Chief DOAJ yang bersemangat  bertemu para kolega di Indonesia dan pejabat yang berurusan dengan karya ilmiah,  terkait prinsip open akses yang dimiliki DOAJ, yang berbeda dengan lembaga pengindeks internasional yang lain. Saya juga teringat dengan Hari Hak untuk Tahu International (International Right to Know Day) yang jatuh pada tanggal 28 September yang mengingatkan saya pada seorang aktivis internet Aaron Swartz. Anak muda jenius ini sebelumnya adalah seorang programmer internet, peneliti, yang sudah berkolaborasi dengan para expert di dunia akademis sejak umur 14 tahun sebelum akhirnya menjadi aktivis internet.  Ia mulai gelisah melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya dan di seluruh dunia terutama berhubungan dengan hak publik  untuk mendapatkan informasi. Salah satu pernyataannya yang cukup terkenal adalah “Information is power. But like all power, there are those who want to keep it for themselves”. Baca lebih lanjut