SEJARAH BERDIRINYA KESULTANAN YOGYAKARTA

Sultan YagyaGonjang-ganjing di Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) yang terjadi belakangan ini membuat masyarakat ingin tahu sejarah berdirinya kerajaan tersebut. Bagaimana kisahnya?

Kesultanan Yogyakarta merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Islam yang terpecah menjadi dua; Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Kisah berdirinya Kerajaan Mataram Islam diawali dengan pemberian daerah kekuasaan (Alas Mentaok) dari Kesultanan Pajang (Sultan Hadiwijaya) terhadap Ki Ageng Pamanahan, setelah berhasil mengalahkan musuhnya, Aryo Penangsang.

Kemudian, pada Tahun 1577, Ki Ageng Pamanahan membuat sebuah keraton di daerah Kota Gede sebagai pusat pemerintahan, hingga beliau wafat pada Tahun 1584, sebagai pengikut setia Kasultanan Pajang. Baca lebih lanjut

Iklan

Golkar Dulu dan Sekarang

HISTORIA.CO.ID – Mulanya golongan fungsional atau golongan karya adalah pengganti sistem kepartaian. Sukarno yang menggagasnya.
SELAMA hidupnya, Golkar menjadi partai dominan, terutama semasa Orde Baru. Dan meski dimusuhi pascareformasi 1998, Golkar terus bercokol sebagai salah satu partai besar di Indonesia. Namun tidak banyak yang ingat kalau Golkar dulunya adalah golongan fungsional antipartai yang digagas Presiden Sukarno.
David Reeve, sejarawan Universitas New South Wales, yang menjadi pemateri dalam diskusi bukunyaGolkar Sejarah yang Hilang, Akar Pemikiran & Dinamika di Jakarta (18/10/2013) menegaskan, “Golkar adalah gagasan Sukarno.”
Pada 28 Oktober 1956, Sukarno mengusulkan pembubaran partai-partai karena dianggap gagal menuntaskan revolusi. Konflik di pemerintahan yang kerap terjadi disebut sebagai akibat dari partai-partai yang cenderung mementingkan perebutan kekuasaan. Sukarno mengusulkan golongan fungsional atau golongan karya untuk menggantikan partai-partai. Baca lebih lanjut

Internasionalisasi jurnal lokal : perlukah ?!

Di akhir bulan Januari lampau ada beberapa artikel di media yang meliput sistem akreditasi jurnal secara daring yang diluncurkan Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Peneliti LIPI. Meski jelas topik ini tidak menjadi berita hot untuk awam, terbukti dengan liputan media yang adem ayem. Karena memang hanya terkait dengan komunitas yang merupakah segelintir minoritas di republik ini, yaitu peneliti. Bahkan untuk akademisi di Perguruan Tinggi (PT) juga tidak ada kaitannya. Karena minimal sampai saat ini di Indonesia masih terjadi dualisme sistem akreditasi jurnal ilmiah lokal, yaitu yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud sejak belasan tahun lalu, serta oleh Pusbindiklat Peneliti LIPI sejak beberapa tahun lalu.

Baca lebih lanjut