Unnes Selenggarakan Sinden Idol 3

sinden-idolUniversitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menyelenggarakan ajang pencarian bakat sinden muda berbakat melalui Sinden Idol. Audisi bakal diselenggarakan di Kampung budaya UNNES kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, pada Selasa 13 Desember 2016. Final diselenggarakan Minggu, 18 Desember 2016, di tempat yang sama.

Seperti penyelenggaraan  tahun sebelumnya, penyelenggaraan untuk kali ketiga ini terbuka untuk umum. Peserta disyaratkan berusia 13-27 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia. Peserta membayar kontribusi pendaftaran sebesar Rp 50.000. Dari tahap audisi, bakal dipilih sebanyak 10 sinden yang bakal maju dalam ajang final.

Materi untuk audisi, peserta diwajibkan nembang dan/atau mempraktikkan teknik sindenan. Selain itu, peserta audisi juga mesti menjawab pertanyaan mengenai pengetahuan seputar dunia kesindenan. Sebab, ajang ini tidak hanya diharapkan mampu menghasilkan sinden muda berbakat, namun juga sinden yang memiliki pengetahuan cukup sehingga mampu menjadi panutan, baik dari sisi kemampuan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sinden Idol, di sisi lain, diharapkan menjadi barometer sinden muda berbakat sekaligus mengajak sinden agar mampu menanamkan nilai luhur budaya Jawa melalui keterampilan berolah seni dan kehidupan bermasyarakat.

Sinden Idol kali pertama diselenggarakan UNNES pada 2012, diikuti oleh ratusan peserta. Pada penyelenggaraan pertama ini, Lina Rohmiyati, pesinden asal Wonogiri, meraih juara I. Pada Sinden Idol kedua, pada 2014, alumnus UNNES Dhesy Purnawati meraih juara I. selain Dhesy, Suci Ofita Dewi juga meraih juara I.

Pendaftaran Sinden Idol 3 bisa dilakukan melalui Mulat Sari Menur di nomor telepon 082225269327, atau datang ke sekretariat di Kampung Budaya UNNES, kampus Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang.

Mari jadi idola selanjutnya!

(Sumber:https://unnes.ac.id/pengumuman/pendaftaran-audisi-sinden-idol-3-unnes-dibuka/)

Iklan

Kiriman Pertama dari Google AdSene

Tidak terduga sehari sebelum lebaran tahun 2016 ini  saya menerima sebuah surat yang datang dari Google AdSene. Rupanya isinya adalah sebuah nomor PIN dan petunjuk mencairkan uang dari  akun Google AdSene, sebuah lembaga Iklan dunia. Google Google AdSene

AdSense is a program run by Google that allows publishers in the Google Network of content sites to serve automatic text, image, video, or interactive media advertisements, that are targeted to site content and audience.

Sungguh sebuah berkah tersendiri di hari lebaran, etung-etung sebuah tambahan THR. Uang jutaan rupiah ini adalah hasil iklan dari Video-video yang saya unggah di Youtube tahun 2016. Rupanya video yang saya unggah memiliki banyak penggemar/pelanggan sehingga Google tertarik memasang iklan. terimakasih Google. Semoga berkah.

50 major public research organisations in Europe adopt four new common principles on Open Access Publisher Services

News Service

In a press release published yesterday, 50 Science Europe members agreed on 4 new common principles expected for publisher members when providing payments/subsidies for Open Access venues. The first principle states that journals must be listed in DOAJ, Web of Science, Scopus or PubMed.

The new principles adopted by Science Europe aim at setting minimum standards for Open Access publishing services provided by scholarly publishers. These general – and at the same time very practical – principles will help ensure scholarly and technical quality and cost effectiveness of Open Access-related services in all fields, from sciences to social sciences and the humanities. As scholarly publishing makes its transition to an Open Access system, and as service providers change their business models, the outcome of the transition will depend on the added value and quality of the services provided.

Of course, this is fantastic news for DOAJ. It underlines our…

Lihat pos aslinya 170 kata lagi

Sudah Lebih dari 133 Jurnal Indonesia Terindeks DOAJ

Sampai tanggal 9 Mei 2015 sudah 133 jurnal Indonesia yang terindeks di Directory of Open Access Journals (DOAJ).  Ini berarti sudah tertinggi di Asean. Masih puluhan jurnal yang masih antri menunggu hasil review oleh para editor yang direkrut oleh DOAJ.  Hal yang membanggakan adalah peningkatan penerbitan  jurnal-jurnal di Indonesia, baik secara kualitas maupun kuantitas. Baca lebih lanjut