Gerakan Open Akses

Oleh: Suharto

Tulisan singkat ini terinspirasi oleh kedatangan  Dr Tom Olijhoek, Editor-in-Chief DOAJ yang bersemangat  bertemu para kolega di Indonesia dan pejabat yang berurusan dengan karya ilmiah,  terkait prinsip open akses yang dimiliki DOAJ, yang berbeda dengan lembaga pengindeks internasional yang lain. Saya juga teringat dengan Hari Hak untuk Tahu International (International Right to Know Day) yang jatuh pada tanggal 28 September yang mengingatkan saya pada seorang aktivis internet Aaron Swartz. Anak muda jenius ini sebelumnya adalah seorang programmer internet, peneliti, yang sudah berkolaborasi dengan para expert di dunia akademis sejak umur 14 tahun sebelum akhirnya menjadi aktivis internet.  Ia mulai gelisah melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya dan di seluruh dunia terutama berhubungan dengan hak publik  untuk mendapatkan informasi. Salah satu pernyataannya yang cukup terkenal adalah “Information is power. But like all power, there are those who want to keep it for themselves”. Baca lebih lanjut

Sebuah Pengakuan yang Tulus

Terimakasih  DOAJ, thanks God,  Sebuah  sebuah penghargaan yang disebut sebagai SeSuharto3rtificate of Excellence in Reviewing saya dapatkan dari DOAJ, sebuah pengakuan tulus dari sebuah lembaga yang cukup bergengsi di dunia tulis menulis jurnal ilmiah. Sudah lebih dari 100 jurnal online dari berbagai negara yang telah kami review bersama grupku, Indonesia2.

Pekerjaan editorial ini dilakukan di sela-sela pekerjaan rutinku sebagai dosen yang dilakukan yaitu hari Sabtu dan Minggu. Grup editorku yang disebut sebagai “Indonesian2 “ beranggotakan 10 Associate Editor ini untuk cakupan wilayah Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di Indonesia hanya ada dua grup. Grup “Indonesia1” dikoordinir oleh Dr. Istadi, dosen Undip, seorang tokoh jurnal nasional.

Baca lebih lanjut

REFLEKSI AKHIR TAHUN

Maaf refleksi ini memang ditujukan kepada diri saya sendiri selama setahun ini. Sebagai sebuah catatan pribadi blog ini memang tidak semua mencatat kegiatan maupun unek-unekku selama ini. Banyaknya kegiatan kadang tidak sempat dicatat karena waktu untuk menulis di blog kecuali kegiatan rutin perkuliahan di blog http://hartnote.wordpress.com.
Kegiatan rutin seperti mengajar, membimbing skripsi mahasiswa, terkadang menjemukan. Namun itu tidak boleh terjadi terlalu lama. Oleh karena itu saya harus membuat kegiatan lain sebagai selingan agar tidak monoton. Beruntunglah, saya masih aktif dipercaya masyarakat untuk menjadi juri-juri lomba tingkat provinsi maupun nasional. Terus terang ini yang paling menyenangkan karena saya harus menyaksikan para kontestan bernyanyi maupun bermain musik atau berkarya musik lainnya. Baca lebih lanjut

DESEMBER TERPADAT

Bulan Desember ini memang benar-benar bulan super sibuk. Semua “tagihan jatuh tempo” ada pada bulan ini. Ada tanggungan janji dengan Prof. Santosa dari ISI Solo yang belum dikerjakan, tagihan penelitian hibah yang tagihannya seabreg (tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya laporan penelitian dan artikel saja), presentasi di Unesa Surabaya, ITB Bandung, mereview artikel-artikel untuk terbitan Harmonia, dan merevier bererapa Jurnal online tugas dari Directory of Open Access Journals (DOAJ) Swedia. Semua harus selesai dalam bulan Desember ini. Dan ini tida termasuk tugas utama memberi kuliah. Baca lebih lanjut