Kiriman Pertama dari Google AdSene

Tidak terduga sehari sebelum lebaran tahun 2016 ini  saya menerima sebuah surat yang datang dari Google AdSene. Rupanya isinya adalah sebuah nomor PIN dan petunjuk mencairkan uang dari  akun Google AdSene, sebuah lembaga Iklan dunia. Google Google AdSene

AdSense is a program run by Google that allows publishers in the Google Network of content sites to serve automatic text, image, video, or interactive media advertisements, that are targeted to site content and audience.

Sungguh sebuah berkah tersendiri di hari lebaran, etung-etung sebuah tambahan THR. Uang jutaan rupiah ini adalah hasil iklan dari Video-video yang saya unggah di Youtube tahun 2016. Rupanya video yang saya unggah memiliki banyak penggemar/pelanggan sehingga Google tertarik memasang iklan. terimakasih Google. Semoga berkah.

Iklan

Sebuah Pengakuan yang Tulus

Terimakasih  DOAJ, thanks God,  Sebuah  sebuah penghargaan yang disebut sebagai SeSuharto3rtificate of Excellence in Reviewing saya dapatkan dari DOAJ, sebuah pengakuan tulus dari sebuah lembaga yang cukup bergengsi di dunia tulis menulis jurnal ilmiah. Sudah lebih dari 100 jurnal online dari berbagai negara yang telah kami review bersama grupku, Indonesia2.

Pekerjaan editorial ini dilakukan di sela-sela pekerjaan rutinku sebagai dosen yang dilakukan yaitu hari Sabtu dan Minggu. Grup editorku yang disebut sebagai “Indonesian2 “ beranggotakan 10 Associate Editor ini untuk cakupan wilayah Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di Indonesia hanya ada dua grup. Grup “Indonesia1” dikoordinir oleh Dr. Istadi, dosen Undip, seorang tokoh jurnal nasional.

Baca lebih lanjut

REFLEKSI AKHIR TAHUN

Maaf refleksi ini memang ditujukan kepada diri saya sendiri selama setahun ini. Sebagai sebuah catatan pribadi blog ini memang tidak semua mencatat kegiatan maupun unek-unekku selama ini. Banyaknya kegiatan kadang tidak sempat dicatat karena waktu untuk menulis di blog kecuali kegiatan rutin perkuliahan di blog http://hartnote.wordpress.com.
Kegiatan rutin seperti mengajar, membimbing skripsi mahasiswa, terkadang menjemukan. Namun itu tidak boleh terjadi terlalu lama. Oleh karena itu saya harus membuat kegiatan lain sebagai selingan agar tidak monoton. Beruntunglah, saya masih aktif dipercaya masyarakat untuk menjadi juri-juri lomba tingkat provinsi maupun nasional. Terus terang ini yang paling menyenangkan karena saya harus menyaksikan para kontestan bernyanyi maupun bermain musik atau berkarya musik lainnya. Baca lebih lanjut

Mereka Menyebut Kami “Orang Gila”

Di forum-forum nasional, setidaknya dua kali saya mendengar sebutan “orang gila” bagi pengelola jurnal. Yang pertama, saya mendengar ketika mengikuti workshop pengelolaan dan penyuntingan jurnal di Universitas Negeri Malang 12 tahun lalu, dan yang kedua di Universitas Indonesia yang pesertanya khusus pengelola jurnal seni 6 tahun lalu.
Anehnya, mereka tetap tertawa walaupun yang ditertawai adalah dirinya sendiri. Ini menunjukkan mereka bangga dengan “kegilaannya”. Bisa dimaklumi karena mereka adalah kumpulan orang-orang yang mencintai dunianya, dunia tulis-menulis dan pengelolaan jurnal. Mungkin karena imbalan finansial yang tidak memadai, waktu yang harus banyak disediakan, masih ditambah kadang disalahkan kanan-kiri jika ada keterlambatan terbit atau sedikit kesalahan yang menyebabkan mereka mendapat predikat itu. Namun karena “kegilaan mereka”  banyak jurnal di PT yang tetap eksis. Baca lebih lanjut